Surabaya – Menjadi generasi yang peduli lingkungan bukan sekadar slogan. Hal ini dibuktikan oleh para peserta Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup (Pangput) 2025, sebuah program tahunan yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia untuk mendorong anak-anak dan pelajar menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan.
Program ini tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga pada aksi nyata di lapangan. Beberapa kegiatan rutin yang dijalankan para peserta Pangput meliputi kegiatan bersih-bersih pantai setiap hari Sabtu di sekitar Pantai Kenjeran, Taman Suroboyo, dan kawasan mangrove Tambak Wedi dekat Rusunawa. Selain itu, mereka juga mengikuti webinar mingguan bertema isu-isu lingkungan hidup, mengadakan kampanye lingkungan, serta berkolaborasi dengan sekolah lain dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli dan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli, Pangput 2025 melaksanakan salah satu tantangan besar mereka, yaitu penanaman 1.000 pohon mangrove. Aksi kolaboratif ini melibatkan 11 sekolah dasar dan menengah di Surabaya, dengan lokasi penanaman di kawasan Muara Sungai Gunung Anyar, Hutan Mangrove Kota Surabaya.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala SMPN 1 Surabaya, Ibu Eko, yang menggandeng siswa-siswi SD dan SMP untuk mencintai lingkungan melalui aksi langsung. Hutan Mangrove Gunung Anyar sendiri merupakan kawasan yang telah diresmikan oleh Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri, pada tahun 2023.
Selain menanam mangrove, para peserta juga melakukan sosialisasi lingkungan. Dua peserta Pangput 2025 dari SDN Kaliasin I Surabaya, yaitu Erhan Surya Pramudya dan Qaireen Nabila Mandagi, mengenalkan proyek lingkungan mereka kepada para pengunjung dari komunitas Indonesia Local Guides yang berasal dari berbagai daerah seperti Jogja, Jakarta, dan Bali.
Aksi mereka mendapat sambutan hangat. Salah satu pengunjung asal Bali bahkan memberikan souvenir hasil daur ulang sampah plastik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kepedulian yang mereka tunjukkan.
Kegiatan hari itu juga dimeriahkan dengan lomba puisi lingkungan antar jenjang sekolah. Sanggrama Rasio Alwarisyi, peserta dari jenjang sekolah dasar, berhasil meraih juara 1 dalam lomba tersebut.Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pangput 2025 tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda. SDN Kaliasin I Surabaya bangga menjadi bagian dari gerakan pelestarian bumi bersama anak-anak yang penuh semangat dan inspiratif.








Tinggalkan Komentar